Banyak orang mengatakan bahwa tersenyum menjadikan kita awet muda. Tapi sebagian orang menganggap bahwa senyum itu harus jual mahal, karena itu akan membuat mereka menjadi perhatian orang. Kemuadian orang akan berkata “Apa kau tak sering tersenyum?”. Kemuadian dia akan menjawab “Senyumku itu mahal, kau harus membayar dulu untuk melihat senyumku.”
Memang aneh, tapi ini pernah terjadi pada diriku sendiri. Dahulu ada orang yang menyukaiku. Tapi ada satu hal yang membuat dia merasa bahwa aku jahat padanya, karena setiap kali aku bertemu dengannya aku selalu membuang tatapanku dan dengan ekspresi wajah yang sangat menyeramkan. Mungkin tak menyeramkan seperti yang orang tadi katakan padaku.
Setiap orang yang bertemu denganku menggangap bahwa aku ini jarang sekali tersenyum bahkan lebih cenderung untuk selalu murung. Mereka mengatakan bahwa aku ini anka misterius yang pendian dan pelit untuk tersenyum, apalagi terhadap orang yang tak aku sukai. Tak semuanya yang dikatakan tentangku benar, karena hanya orang-orang tertetu saja yang aku perlakukan seperti itu. Jika aku tak menyukai seseorang aku akan berkata jujur padanya, bahkan akan kupalinkan pandanganku setiap kali aku bertemu dengan orang orang itu.
Itu hanya awal cerita yang keliru dan hanya kekeliruan yang terjadi pada awal perkenalanku dengan orang-orang baru. Aku tak mudah beragaul dengan siapapun, kecuali ada kecocokan diantara kami. Hanya itu yang mendekatkan aku pada orang itu. jika sejak awala kau merasa trak cocok dengan orang itu, mungkin selamanya aku tak kan pernah cocok. Jika aku membenci seseorang maka aku akan sulit untuk menghilangkan sikap tak acuku pada orang itu.
Begitulah gambaran mengenai watak pribadiku.
Ini dalah sebuah awal cerita hidupku yang memang tak semenarik kehidupan milyader yang hidup mewah tak kekurangan materi suatu apapun. Tapi satu yang harus diingat bahwa tak selamanya kebahagiaan bisa orang peroleh dari uang yang mereka miliki. Sebuah senyuman menggambarkan dua kemungkinan yang terjadi, pertama ia memang merasa bahagia dan yang kedua ia terpaksa tersenyum karena ia tak ingin orang lain mengetahui bahwa dirinya sedang dilanda kesediahan.
Sabtu, 08 Januari 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
